CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Sunday, July 15, 2012

Dalam Dakapan Nasuha
















Wednesday, September 29, 2010

Saat itu...

Ya Allah Aku Ridukan saat itu


Saat aku dan sahabat membonceng motor untuk berusrah

Segala rasa sedih dan kecewa bertukar tenang apabila dapat berusrah dan bertemu mata dengan anak usrah dan sahabat FILLAH.

Ku rindukan saat itu…

Saat kami pergi kuliah bersama.

Ku rindukan saat itu…

Saat kami “bergaduh” ketika dalam bermesyuarat untuk mendapatkan keputusan yg terbaik.

Aku ridukan saat itu…

Saat kami tarbiyyah jasadiyy di Tasik Cempaka dan Tasik FKEJUT.

Aku rindukan saat itu…

saat kami makan setalam dan mesra kami menyuap ke mulut sahabat.

Aku rindukan saat itu…

Saat aku menangis, kau yang menjadi pendampingku supaya lebih dekat dgn Allah.

Aku rindukan saat itu…

Saat kau menamparku kerana teguran itu yang sesuai untukku.

Aku Rindukan saat itu…

Saat kita pergi keluar berdemo untu menegakkan kebenaran.

Aku rindukan saat itu.

Saat kita saling memberi semangat untuk meneruskan jihad akademik.

Ya sahabat ku yang aku rindui kerana Allah,

Setiap saat aku akan sentiasa mengingati kenagan ini…

Di mana, saat itu akan ku wujudkan pada saat ini, walau susah untuk aku……..walau bukan dikau yang berada pada saat ini….

Yang Meridui saat itu:

*Siti Aishah Yusoff*aish ghuraba’*

Add caption


Friday, May 14, 2010

Feminisme ?




Kata saya pada anak murid lelaki darjah 1 Bilal : “ Ustazah nk tengok siapa yang hebat, yang lelaki ke perempuan.Siapa yang cepat ingat doa Qunut”.
Ternyata, perempuan  yang cepat ingat dan paling lantang bacaan mereka.
“Ok anak-anak murid, bagi tepukan pada perempuan”. Saya memberi perangsang pada anak-anak perempuan  dan lelaki agar mereka berusaha untuk menghafaz doa Qunut.
Kata Alan, anak murid lelaki” Ala ustazah, mesti ustazah duk sebelah perempuan, sebab ustazah perempuan.”
Waah, saya tersenyum sejenak. Saya menjelaskan kenapa saya berbuat demikian. Saya yakin, anak murid lelaki boleh sebenarnya, kena lebih rajin lagi. :)
Apabila masuk darjah 3 :
Kata anak murid lelaki juga, Amir Nafiz, selaku ketua kelas 3 saidina Ali “ Ustzah, kenapa bila perempuan mintak nak pergi tandas, ustazah bagi je pergi 2 orang, tapi bila lelaki nak ke tandas, ustazah  suruh seorang je, ustazah tak bagi pergi 2 orang? Tak aci ni ustazah. “(sambil mencebik muka).
Saya tersenyum lagi. Bersyukur sangat dikurniakan anak-anak murid yang “suka bertanya”.:)
Kelas ni pula terbalik. Lelaki lebih advance. Doa qunut, semua anak murid lelaki ingat, tetapi, anakmurid perempuan pula yang tak ingat.
Saya cuba guna metod macam saya lakukan di kelas darjah 1 bilal.
“ Ustazah, budak permpuan tak pandai. Menyussahkan je ustazah. Biar kami je yang baca.Ustazah dah lama suruh hafal, diorang tak ingat-ingat juga, pemalas’.
Saya tahu, niat Amir, untuk memberi semangat pada kawan-kawan perempuan untuk lebih tekun menghafal.
Saya meminta Amir selaku ketua kelas untuk membantu mengetuai bacaan doa qunut dan ajar untuk mengumandangkan azan dan iqamat.Amir tidak berputus asa. Dia mempunyai gaya seorang pemimin. Saya mengharapkan dia mampu menjadi pemikir dan pendokong Islam.
Saya amat rindukan suasana bersama sahabt-sahabat di UKM. Saya tidak peroleh di sini, tatpi , saya perlu terjemahkan apa yang sudah saya timba di UKM.Alam masarakat penuh dugaan. Kadang-kadang kita hebat bercakap di alam kampus, tapi ada yang kecundang bila terjun ke alam masyarakat. Moga diri ini tsabat, dan selalu dalam keadaan peliharaan Allah dan di bawah naugan rahmatNya.


Sunday, May 9, 2010

Alam sekolah

"Ustazah, daniel kencing..". Rungut seorang pelajar tahun 1. Jam menunjukkan 5.40 ptg, lima minit lagi kelas akan berakhir.
"Aduh, mcmne ni.."Saya bermonolog ,sambil pergi ke arah Daniel. Saya menjadi panik. Bayangkan, saya dah lama tidak mempunyai adik kecil.Jadi tidak pernah "mengandle" kes sperti ini.Saya terus pergi jumpa guru yang menhajar di sebelah kelas saya. Katanya, cikgu sendiri yang kena basuh.

Baiklh, saya sahut cabaran ini.Alhamdulillah,akhirnya saya berjaya juga:).

Mengajar budak-budak kecil darjah satu hingga darjah tiga agak mencabar. Dengan karenah-karenah adik-adik kecil yang perlu dilayan dan ada yang tidak perlu dilayan. Pucuk pangkalnya, 'we need to sycho them and ourself''.

Sebelum memnagajar, adik-adik diwajibkan solat dhuha berjemaah berimamkan di kalangan mereka sendiri. Saya amat terpegun dan kagum melihat kemmapuan mereka. Selepas itu, diperuntuukan setengah jm untuk membaca al Quran dan Iqra dengan guru kelas masing. Sungguh menenangkan keadaan disini. Pada hari jumaat pula, mereka akan mengahafaz surah yasin dan surah-surah yang berkaitan. Apabila berdepan dengan adik adik kecil ini, saya rasa amat tenang walaupun keadaan di sekolah itu hanya berdindingkan playwood, walaupun hampir terkeluar anak tekak, walaupun berpleuh-peluh dek kepanasan, tetapi saya rasa amat berbaloi.

"Ustazah aishah baik, tapi garang", kata seorang pelajar pada saya ketika saya belanja makan. Hm, wallhu a'lam, apa yang penting saya rasa amat bersyukur kerana pengalam berpersatuan seblum ini mengajar saya untuk bermasyarakat. Majoriti dari kalangan mereka anak orang profesioanal, yang "loaded". Saya amat mengharapkan mereka semua ini dapat menjadi aset negara dan masyarakat untuk kebanggan Islam.




Thursday, April 1, 2010

Ukhtiku

Ukhti Muslimah .................




Ketika mendapatkan pesan dari grup Barisan Mujahidah, maka ketahuilah bahwa pesan itu adalah Nasihat yang berharga..

Yang mungkin nasihat ini tidak diberikan oleh orang tua kita, dosen kita, dan bahkan teman dekat kita..



Ukhti... Jangan kalian anggap nasihat yang disampaikan via pesan adalah sesuatu yang biasa-biasa saja, yang mungkin kalian sudah membacanya dan kemudian kalian hapus begitu saja..

Tenang ukhti, coba tarik nafas yang Allah berikan kepada kalian pelan-pelan..sehingga hati antum tentram setiap kali membaca pesan ini..

Ya, kami tidak menyampaikan nasihat ini kecuali hanya untuk saling nasihat menasihati sesama muslim.. Semoga Allah menerima semua kebaikan yang kita tanam didunia dan nanti akhirnya akan kita petik buah hasil dari keimanan dan amalan yang kita tanam itu..



Ukhti Muslimah ....................

1. Jauhilah olehmu banyak bicara (yang tidak bermanfaat) dan jagalah lisanmu dari cerewet.


Sesungguhnya Allah berfirman:


"Tiada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia." (An-Nisa':114)



Ketahuilah bahwa di sana ada orang yang menghisab pembicaraanmu dan menghitungnya atasmu.

Ringkaslah pembicaranmu, dan bicaralah sebatas maksud dan tujuanmu!


2. Bacalah Al-Qur'an Al-Kariem, dan berusahalah agar ia menjadi wirid harianmu, juga berusahalah untuk menghafalkannya Sesuai dengan kemampuanmu, agar engkau memperoleh pahala yang besar kelak di hari kiamat.



Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam beliau bersabda:



"Kelak (di hari kiamat) akan dikatakan kepada pembaca al-qur'an, bacalah, pelan-pelanlah dan tartilah (dalam membacanya) sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, sesungguhnya tempat dan kedudukanmu ada pada akhir ayat yang kamu baca." (Hadits Shahih, Tirmidzi, 1329)



3. Tidak baik jika kamu membicarakan semua pembicaraan yang telah kamu dengar, sebab yang demikian itu memberi peluang kepadamu untuk jatuh dalam lubang kebohongan.



Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu meiwayatkan, sesungguhnya Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:"Cukuplah seorang dianggap sebagai pembohong, jika dia membicarakan semua apa yang telah didengarnya." (Muslim dalam Mukaddimahnya, hadits No:5)



4. Jauhila sifat sombong dan bangga diri dengan sesuatu yang bukan milikmu karena untuk pamer dan menyombongkan diri di depan manusia.



Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwa ada seorang perempuan yang berkata: wahai Rasulullah, aku katakan bahwa suamiku telah memberiku sesuatu yang tidak pernah diberikan kepadaku. Kemudian Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:



"Orang yang merasa kenyang dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya sebagaimana orang yang memakai pakaian kepalsuan." (Muttafaq Alaih)



5. Sesungguhnya dzikir kepada Allah memiliki pengaruh yang agung bagi kehidupan ruh, jiwa, badan, dan sosial seorang muslim.



Oleh karena itu wahai ukhti muslimah berusahalah berdzikir kepada Allah dalam setiap saat dan keadaan, sesungguhnya Allah telah memuji hamba-hamba-Nya yang ikhlas kepada-Nya, firman-Nya:



"Yaitu orang-orang yang mengingat (dzikir) Allah sambil berdiri, atau duduk atau dalam keadaan berbaring." (Ali Imran:191)



6. Jika engkau hendak berbicara janganlah engkau agung-agungkan, jangan engkau fasih-fasihkan, dan jangan pula engkau buat-buat, sebab yang demikian itu adalah sifat yang dibenci oleh Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam



Beliau bersabda:



"Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya kelak di hari kiamat ialah mereka yang suka bicara (yang tidak berfaedah), dan yang suka mengada-adakan pembicaraannya, dan para Mutafaihiqun (orang yang mengagung-agungkan pembicaraan bohong)". (Hadits Shahih diriwayatkan oleh Tirmidzi, 1642)



7. Hendaklah engkau berteladan kepada Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam , yang senantiasa lebih banyak diam dan berfikir, tidak memperbanyak tertawa apalagi berlebih-lebihan di dalamnya.



Jika kamu berbicara, maka batasilah pembicaraanmu hanya yang baik-baik saja, jika kamu tidak bisa maka diam itu lebih baik bagimu. Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:



"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia mengatakan yang baik atau lebih baik diam." (Bukhari)



8. Janganlah sekali-kali memutus pembicaraan orang lain atau membantahnya atau menampakkan pelecehan terhadapnya,tetapi jadilah pendengar yang baik yang mendengarkan pembicaraan orang lain dengan sopan (sebagai tanda budi baikmu), dan jika engkau terpaksa membantah ucapan mereka bantahlah dengan cara yang lebih baik (untuk menampakkan kepribadianmu).



9. Waspadalah sepenuhnya dengan sikap mengejek dan merendahkan dialek pembicaraan orang lain, seperti terhadap orang yang kurang lancar bicaranya atau terhadap mereka yang berbicara dengan tersendat-sendat.



Allah berfirman:



"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka yang mengolok-olok, dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita (yang diolok-olokkan) lebih baik dari wanita (mengolok-olok)." (Al-Hujurat:11)



10. Jika engkau mendengar bacaan Al-Qur'an al-Karim, maka hentikan pembicaraanmu apapun masalah yang sedang engkau bicarakan, karena menghormati terhadap kalamullah,
dan untuk mengindah perintah-Nya yang mana Dia telah berfirman:

"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan baik (tenang) agar kamu mendapat rahmat." (Al-'Araf:204)


11. Senantiasa menimbang kata-kata (ucapanmu) sebelum diucapkan oleh lisanmu, dan berusahlah agar kalimat yang terucap oleh lisanmu adalah kalimat yang baik dan menyejukkan tetap dalam kerangka jalan kebaikan, jauh dari keburukan dan sesutau yang menghantarkan kepada murka Allah. Sesungguhnya kata-kata itu memiliki tanggung jawab yang besar, sudah berapa banyak kata-kata yang memasukkan pengucapnya ke dalam surga, sebaliknya sudah berapa banyak kata-kata yang menenggelamkan pengucapnya ke lembah Jahannam.



Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu dari Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam beliau bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan sebuah pembicaraan yang mengandung ridla Allah, seakan-akan manusia tidak peduli dengannya maka Allah akan mengangkatnya dengannya beberapa derajat, dan seorang hamba berbicara dengan

suatu yang dimurkai Allah, seakan-akan manusia tidak peduli dengannya maka Allah menceburkannya karenanya ke dalam lembah Jahannam." (HR. Bukhari,6478)


12. Pergunakanlah lisanmu untuk beramar ma'ruf dan nahyu munkar serta untuk berdakwah kepada kebaikan, karena lisan adalah nikmat Allah yang agung yang telah dikaruniakan kepadamu.


Allah berfirman:

"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia." (An-Nisa':114)


"Nasehat kepada para Muslimah" (Bagian Satu), 'Abdul 'Aziz al-Muqbil.

Monday, March 29, 2010

Islamisasi lagu. Cinta sejati hanya untuk Allah:)


TERDENGAR BISIKAN MESRA



KALIMAH KERAMAT BERMENTERA


BERMULANYA SIANG


BERAKHIR MALAMKU


TAK AKAN KU JEMU


MENYEBUT NAMAMU






TIADA BATASAN WAKTU


TIADA TEMPAT MU TERTENTU


DIGUNUNG DI LEMBAH


DI DARAT DI AIR


SIAPAPUN HAMBA KEIKHLASAN DOA KEAGUNGAN KASIH


MERUBAH TAKDIR






BILA KU SEDARI DIRI DISAYANGI


LANGKAH KAKI INI SEMAKIN BERANI


BILA TERKELIRU KU UCAP NAMAMU


TERASA DIRIKU KEMBALI DIPANDU


ENGKAU YG PERTAMA


TIADA AKHIRNYA


AKU DALAM KEGELAPAN


ENGKAULAH CAHAYA


IZINKANLAH AKU MENUMPANG DISINI


DIBAWAH NAUNGAN


KASIH DAN SAYANGMU


KU BERSERAH DIRI

Wednesday, March 10, 2010

Riadah Tautan Hati


jom ramai-ramai join...(^_^)

respon dekat mahfuzah ya.

Friday, March 5, 2010

be strong...

Are you swimming up stream
in oceans of blue
Do you feel like your sinking?
Are you sick of the rain after all you've been through?
Well I know what you're thinking
When you can't take it
You can make it
Sometime soon I know you'll see

'cause when you're in your darkest hour
And all of the light just fades away
and When you're like a single flower whose colours have turned to shades of gray
Well hang on and be strong

We're taking each step one day at a time
You can't loose your spirit
Let live and let live forget and forgive
It's all how you see it
And just remember keep it together
Don't you know you're never alone

'cause when you're in your darkest hour
And all of the light just fades away
When you're like a single flower whose colours have turned to shades of gray
Well hang on (whoa) and be strong

No you're not defeated
And soon you'll be smiling once again
Then you won't have to feel it
Let it go with the wind
Time passes us by
And know that you're allowed to cry

'cause when you're in your darkest hour
And all of the light just fades away
When you're like a single flower whose colours have turned to shades of gray
Well hang on (whoa) and be strong
(hang on hang on) Be strong
Hold on and be strong...

artist: Delta Goodrem.


dedicate buat semua...=)

Thursday, January 7, 2010

kerana engaku insan terpilih

Aduhai hati yang selalu gundah gulana.. Mengapa perlu difikirkan kehidupan duniawimu. Sedangkan dunia itu sering menipumu. Bukankah kehidupan ini penuh dengan majazi? Tipu daya di sana sini? Maka, hendaklah engkau susun langkahmu penuh hati-hati, Ingatlah, syaitan itu sentiasa tidak mahu mengaku kalah dan tidak pernah putus asa. Setiap saat masanya adalah berharga. Tidak dibiar kosong tanpa menyesatkan adam dan hawa. Lantas, bagaimana engkau masih lagi memikirkan hal duniamu?

Perbanyakkanlah berfikir, renung penuh bererti.. Bagaimana bakal kehidupanmu sewaktu mengadap Tuhan Rabbul ’Izzati..? Selamatkah dirimu di hari yang tiada pelindung melainkanNya? Akan beratkah amal yang akan engkau bawa?

Justeru, renungkanlah duhai diri yang lemah. Agar kehidupanmu di dunia sentiasa waspada..

Semoga, akan hadir dalam hatimu jiwa yang sensitif dengan dosa. Merasakan dosa itu besar sekalipun pada kesilapan sekecil zarah. Ketahuilah.. itulah antara ciri-ciri mereka yang aqrab dengan tuhanNya. Yang punya Ihsan dalam hatinya. Merasa kehadiran Allah dalam setiap sentuhan masa yang ada.. sekalipun mata tidak melihat, tetapi hati menyakini Allah Maha Mlihat.

Untuk apa perlu dirisaukan, aduhai hati yang rawan.. sebuah kehilangan itu hanya secebis dugaan.. dari Tuhan sekalian alam.. Hilang bukan bererti tamatnya sebuah kehidupan, tetapi dengan kehilangan itulah darjatmu ditinggikan. Hairan? Mengapa perlu dihairankan, Allah itu Maha berkuasa, zat yang sempurna penuh keagungan. Lupakah duhai hati, Allah telah berjanji dalam kalamNya Izzati..

”Adakah kamu mengaku beriman, sedangkan kamu belum diuji?”

Maka, hadapilah ujian dengan sejuta kesabaran. Percayalah, yakinlah sepenuh hatimu..

Hanyasanya Allah bersama-sama mereka yang sabar.

Aduhai hati yang penuh kesedihan.. Mengapa perlu ditangisi sebuah perpisahan? Bukankah semua kita akan pergi.. pulang kepangkuan Tuhan. Dialah yang menjadikan.. Dan padaNya jua segalanya akan dikembalikan. Lupakah engkau, hidup di dunia ini sekadar persinggahan. Yang kekal hanyalah amalan sebagai teman. Itulah teman dalam perjalanan menuju sebuah keabadian..

Maka, janganlah engkau lalaikan hatimu dengan kehidupan yang sementara ini. Janganlah engkau tangisi lagi sebuah perpisahan sementara.. akan tetapi, hadapkanlah wajahmu sentiasa kepada Allah.. Penuhkanlah jiwa dan hatimu dengan dzikrullah memuji kebesaranNya. Juga sibukkanlah hari-harimu dengan amalan makruf nahi mungkar, mengikut sunnah kekasihNya.

Yakinlah, barangsiapa yang dihatinya ada Allah, dan mengutamakan Allah atas segala apa yang dilakukannya, Allah akan seiringkan pekerjaannya dengan pertolonganNya. Bekerja keraslah engkau untuk hari esokmu yang abadi. Berbekallah dengan amalan yang menguntungkanmu di sana nanti. Ingatlah, sebaik-baik bekalan adalah taqwa.

Duhai diri yang lemah.. Kembalikanlah hatimu kepada Rab.. Kerana Dia lah pemilik segala yang engkau miliki.. Segalanya hanya pinjaman untuk menguji. Kentalkanlah semangat juangmu. Jadilah seperti syaidatina Aisyah, puterinya Syaidina Abu Bakar..

Walau fitnah mencalar maruah, Dia tetap Aisyah! Walau rumahtangganya di landa badai anggkara si munafiq durjana, tetap teguh pendiriannya, menggunung tawakalnya. Pada Allah dia berdoa, mengharap furqan agar tenggelam segala nista. Insafilah duhai diri yang lemah, Allah sengaja menguji sekeping hati yang kecil.. sebagai tukaran untuk mendapatkan habuan yang lebih besar kelak.

Maka bersyukurlah.. bersyukurlah.. bersyukurlah kerana engkau insan terpilih.

dipetik daripada : www.iluvislam.com


Sunday, January 3, 2010

tapi itu semalam

salam.

baru-baru ni sempat la mngikuti satu kursus. and puisi ni dicipta khas utk mereka2 yg berucap di hdpn sy dgn smgt yg sgt brkobar2 utk mnjtuhkan ank muda skrg.

semalam,
saat orang muda berjuang demi hak
mereka turun dan ikut menyertai
melawan demi hak yang mereka inginkan
Tapi itu semalam...

semalam,
apabila orang mengkritik
merekalah pejuang yang tiada tandingan
mencantas setiap dusta dengan pedang lisan
Tapi itu semalam...

semalam,
apabila disuakan segala rasuah
mereka menolak dengan sekeras-kerasnya
menetapkan pendirian di atas jalan yang satu
Tapi itu semalam...

kini,
perjuangan itu ditentang mereka
kononnya semuanya sia-sia
dusta itu direka mereka
katanya kitalah penderhaka
rasuah itu dikatakan hadiah sahaja
kerana butanya mata

kini,
kerana pangkat, harta dan kuasa
semalam hanya sejarah lama
kini adalah perubahan demi jiwa yang fana...

-hanya yang mengerti akan memahami-

Saturday, January 2, 2010

selamat hari ulang tahun untuk aida dan sahila


Friday, January 1, 2010

Antara kaffarah, bala', dan ibtila'


Sudah agak lama usrah khazinatul asrar tidak bertemu mata dalam keadaan kami merancang untuk berusrah.Alhamdulillah, dicelah kesibukan anak-anak usrah yang sibuk dengan gerak kerja Islam, kami sempat juga mencari masa untuk kami berkumpul kerana Allah, memenuhi sunnah Nabi Muhammad S.a.w.Perasaan sayang dan rindu kerana Allah lahir apabila ikatan ini diribath dengan ribath akidah.

Tarbiyyah Jasadiyy

Memandangkan masa kami usrah adalah jam 7 pagi, kami mulakan usrah kami dengan saling memberi peringatan. Sebaiknya, setiap perjumpaan ,kita disarankan untuk saling memberi peringatan walau perjumpaan itu hanya dalam satu saat.Selepas itu, kami memberi hak kepada jasad kami dengan warming up dan jogging di padang di hadapan KDO.
Isu gula

Gula? Antara isu semasa yang dibincangakan ialah isu gula. Nampaknya, semua peka dengan isu semasa.Tahniah kepada kerajaan yang dicintai.Ye, rakyat didahulukan, pencapaian diutamakan", Tindakan mestilah selari dengan kata-kata. Terbukti kerajaan memang selari.Rakyat didahulukan dengan mendahulukan rakyat untuk mencintai hutang. Mendahulukan rakyat dengan menjaga kesihatan, mendahulukan "rakyat" yang kaya menjadi lebih kaya, dan yang miskin akan menjadi lebih miskin, mendahulukan rakyat yang menyokong kepada kerajaan kepada tidak menyokong kerajaan, dan mendahulukan rakyat yang yang membangkang kerajaan akan lebih membangkang kerajaan memandangkan tindakan kerajaan yang sering mendahulukan rakyat untuk mengecapi kekacauan fikrah kerajaan. Betapa merananya rakyat apabila kerajaan bertindak zalim sebegini.
Ujian Allah

Setiap hamba Allah akan diuji mengikut kudrat masing-masing. 'Purse" hilang, duit dalam bank rm 2000 lesapkerana lambat lapor pada bank, kesihatan orang tua dan diri sendiri, pointer,kemampuan menerima jawatan, kawan-kawan, sahabat, gerak kerja yang berlambak-lambak, adakah ini satu kaffarah,atau bala, atau ujian?Kaffarah adalah balasan terhdap dosa-dosa yang lepas dan untuk menyucikannya. Ini kerana, Allah sayangkan si dia yng sedng dijui dengn mebersihkan dosa-dosa. Bala pula diberi kepada hambanya yang membuat dosa dan dijadikan untuk peringatan, manakala ibtila pula ialah ujian yang diberikan daripada Allah kepada hambaNya membuatt kebaikan , dan dalam masa yang sama, Allah mengurniakan si hamba yang dipilihnya untuk menguatkan lagi hambaNya. Seandaianya kita betul beriman kepada Allah, pergantungan kita hanya pada Allah, yakin bahawa tidak ada musibah yang diberi oleh Allah melainkan dengan izinNya, Allah akan mengurniakan si hamba ini perasaan tenang dalam keadaan tepandu untuk menghadapi mehnah-mehnah yang dilalui. (rujuk surah al Taghabun: 11).

Isi jasmani

Selebihnya, saya serahkan pada anak-anak usrah menyambung isu-isu yang dibincangkan.::) Pada akhir usrah, kami bergerak ke kafe kdo untuk isi jasmani dengan sarapan pagi bersama. Sisa-sisa semester akhir yang masih berbaki hanya beberapa bulan lagi,sudah saya dapat rasai bahangnya.Moga Allah tsabatkan kami di atas jalanNya. Wallahu a'lam.
"islam untuk semua, indahnya Islam"

Friday, December 4, 2009

Kisah Pemuda dan Kanak-Kanak

Pada suatu masa dahulu, di waktu kemuncak British Empire dan sebelum kebangkitan kuasa baru Jepun, ada seorang pelajar perubatan. Dia akan menghadapi peperiksaan klinikal ke atas kanak-kanak, jadi dia pun mengulangkaji dan berlatih untuk menghadapi peperiksaan tersebut.

Pada hari peperiksaan, dia telah diminta untuk merawat seorang kanak-kanak kecil yang berumur 4 tahun. Setelah 30 minit, dia akan diminta menceritakan hasil rawatannya kepada sang doktor besar.
Semasa merawat kanak-kanak tersebut, si pelajar sangat risau dan takut. Jadi untuk mengatasi kerisauannya, dia senantiasa menghabiskan ayatnya dengan perkataan ''fabulous''... Lalu dia pun terus merawat kanak-kanak sambil bercakap-cakap & mendengar peristiwa yang berlaku kepada kanak-kanak itu daripada ibunya yang berda di sisi, tanpa melupakan menyebut perkataan ''fabulous'' pada sela-sela waktu tertentu...

Setelah sesi rawatan, tibalah masa yang ditunggu-tunggu untuk si pelajar membentangkan kes kanak-kanak kepada si doktor besar. Si pelajar terus membentang, namun si doktor sekadar membuat muka 20 pence, tidak menunjukkan riak wajah suka, benci mahupun duka.

Setelah mendengar cerita si pelajar, si doktor mengambil keputusan untuk bertanya sendiri kepada pasangan anak dan ibu sendiri sebelum memberikan markah teakhir kepada si pelajar. Doktor pun bertanya kepada si ibu;

''how was this student just now?''

Dengan tidak semena-mena, si kanak-kanak berteriak;

''Fabulous!! ''

Si ibu hanya sekadar tersenyum mendengar kepetahan anaknya bercakap, lalu diikuti oleh senyuman sang doktor.

Namun yang pastinya, senyuman si pelajarlah yang paling panjang sekali =)

Moral of the story

1. Senantiasa hiasi diri anda dengan kata-kata yang postitif & senyuman, agar dunia melihat anda senantiasa postif, dan apa yang lebih penting, agar anda lebih positif akan diri anda.
2. ''The Law of Repetition'' merupakan satu hukum alam yang sangat berkesan terutamanya dalam pendidikan kepada anak-anak kecil. Pastikan anak-anak kecil sentiasa bergelumangan dalam suasana yang positif untuk pembesaran yang postif.

sumber:www.iluvislam.com

Saturday, October 24, 2009

pesan atok....!





Friday, October 23, 2009

PTPTN loans will be converted to scholarships for top students

KUALA LUMPUR, Oct 23 – Graduates who pass with a first class honours or equivalent will have their National Higher Education Fund (PTPTN) loans converted into scholarships, Prime Minister Datuk Seri Najib Razak said today.

The finance minister told Parliament when tabling Budget 2010 today it was part of the government’s efforts to reward top students.

Najib also announced the setting up of merit-based scholarships for best 30 students.

“These scholarship recipients will further their education in world renowned universities,” he said.

Beginning next year, a total of 100,000 local university students will be provided with portable computers with broadband service for only RM50 per month for two years.

“This package is cheaper than the current market price,” said Najib. “Priority will be given to first year students and those from low-income families.”

Najib also said that a total of RM30 billion will be allocated for primary and secondary education which will benefit some 5.5 million students.

The sum includes RM1.6 billion for the construction of 80 new schools as well as 1,100 additional blocks and 347 school replacement projects.

“This allocation is for the construction of national primary and secondary schools, government-aided religious schools, national-type Chinese and Tamil schools and mission schools,” said Najib.

He added that an additional RM1.1 billion will also be provided to upgrade and refurbish schools, especially in Sabah and Sarawak.


sumber: http://www.themalaysianinsider.com

p/s: ape lgi...jom blajar sngguh2 la, jd graduan 1st class!

ayuh!!!! hayya 'ala falah...

Monday, October 19, 2009

Salam Imtihan...


Tuesday, October 13, 2009

Batu? Manusia?

Batuan- makhluk yang pendiam, tetapi berkata-kata lebih daripada seorang pujangga dan jujur lebih daripada seorang hakim.
Manusia- makhluk yang sebaik-baik kejadian, tetapi ramai yang tidak bersyukur, malah ada pula memerangi agama yang diredhai pencipta mereka sendiri!

Monday, October 12, 2009

an-nisa'...


Aku ingin menjadi bunga segar
Yang mekar mewangi di taman
Ingin dipagari duri-duri tajam
Agar tiada yang berani menyentuh apatah lagi mendekati
Tanpa sebab yang menghalalkan.

Aku ingin berasa aman
Dalam indah taman
Tenang tanpa gusar
Gembira tanpa hiba,
Aku ingin sentiasa dihujani rahmat Tuhan
Ingin diiringi keredhaanNya
Dipayungi bawah awan lindunganNya
Agar selamat daripada panahan syaitan
Agar sejahtera daripada fitnah duniawi,

Tapi..
tatkala ini jiwa telah gelora
maka iman turut terkocak gelombang

Setibanya teguran Tuhan
Aku tersentak...


Baru kusedar keseronokan,
keindahan dan kebahagiaan yang aku kecapi
Terpesong dari landasan syariatNya
Lalu..
jiwa ini meronta saban hari
Minta dibebaskan daripada belenggu dosa noda
Sesaat tak terpadam ingatan dosa lalu
Yang semakin menimbun dalam catatan amalku...
Terbit nur insaf dari hati yang mulus
Syukur Tuhan masih menyayangi
Mujur tak tercampak ke lembah hina dan berlarutan dalam dosa
Kuyakin di langit sana masih luas terbuka
keampunan keredhaan dan rahmatNya..
Dan,sekali lagi ku utuhkan azam
aku ingin menjadi bunga segar yang mekar mewangi di taman
menanti hadir insan yang selayaknya memetikku menjadi hiasan hidupnya...


Tuesday, October 6, 2009

Waktu gempa bumi sama dgn surah&ayat dlm Al-Quran..Subhanallah!!

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52.”
Cuba lihat surah&ayat dlm Al-Qur’an berdasarkan waktu2 ini!
Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah swt. Demikian ayat-ayat Allah swt tersebut:
17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”
8.52 (QS. Al Anfaal: 52): "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. YA ALLAH, MAHA BESAR ENGKAU, manusia memang menzalimi diri mereka sendiri!!

Ada hikmah disebalik kejadian gempa bumi ini. Ianya adalah merupakan satu pengajaran yang cuba untuk mengingat pada masyarakat dunia akan kebesaran Allah. Manusia beranggapan diri mereka orang sangat berkuasa, boleh membuat apa sahaja yang disukai walaupun berlanggar dengan tuntutan syariat Islam. Golongan ini perlu satu peringatan supaya mereka menyedari tindak tanduk yang mereka laksanakan. Maka, Allah menurunkan bencana alam seperti gempa bumi untuk mengetuk hati manusia yang alpa.

Mudah-mudahan gempa ini menjadi pengajaran buat kita semua. Marilah kita mengambil ikhtibar terhadap peringatan Allah yang diberikan kepada kita secara terus..ada hikmah disebalik bencana ini. Semoga para korban diberikan ketabahan lahir dan batin….

Sunday, October 4, 2009

Mahasiswa perlu turun padang

Salam 'alaik...

kepada sesiapa yg x pegi MAKA tu rsanya rugi la jugak sbb forum mlm itu sy kra amat bgus untuk mmbuka minda mahasiswa supaya lebih ke hdpn dan lebih realistik, bkn hnya idealistik. forum yg brtajuk 1 Malaysia: Peranan Mahasiswa Untuk Negara yg dipengerusikan oleh Saudara Nazri Tahir dan ahli panelnya Saudara Idris dan Saudara Ann Wan Seng mndpt prhatian hdrin yg hadir. antara kupasan menarik oleh kedua-dua panelis tersebut adalah brkenaan konsep 1 Malaysia yg takkan menjdi realiti jika hnya itu ungkapan semata-mata. bahkan menurut Ann Wan Seng, konsep perpaduan itu perlu dimulakan melalui kefahaman. Melayu tak kenal Cina, Cina tak faham Melayu, India tak faham Cina dsbnya merupakan halangan bg mmbntuk perpaduan. di sini dpt kita lihat bhw sesuatu bgsa itu takkn bersatu dan bersefahaman andainya tiada satu titik untuk menyatukan mereka. titik apa itu? sudah tntu Islam kerana Islam untuk semua...(^_^)

selain itu bila diperkatakan ttg isu mahasiswa, saudara Ann Wan Seng menyatakan bhw mahasiswa ini sepatutnya duduk brsama dgn rkyat (memahami cara hdup dan kesusahan rkyt) supaya dpt mmbw isu2 yg brkaitan rkyt ke hdpn. isu2 sosial misalnya yg mkin parah pada masa ini sewajarnya dinyatakan dgn lantang oleh mahasiswa, bkn stakat membiarkannya shj. jika dilihat di Indonesia, suara2 mahasiswa bgitu dipentingkan bhkn perdana menteri mereka akan trun sama utk melihat isu yg disuarakan oleh mahasiswa itu. tpi di negara kita, ckp sket sudah dikenakan AUKU dan sebgainya. pokoknya, mahasiswa itu perlu trun pdg juga bkn stakat berada di kampus untuk menerokai isu2 semasa pd msa ini.

ada yg brtanyakan bgaimanakh mahu mmbuka minda mahasiswa yg masih 'beku' yg x mengetahui ttg isu2 semasa. kata Ann Wan Seng, gunakan teknologi msa kini yg kian mmbgun. rugi kranya seseorang mahasiswa itu masih berfikiran di dalam kampus shj, sepatutnya mindanya 'out of da box' demi memajukan dri sndri dan negara.

kesimpulannya, gagasan 1 malaysia itu perlulah dijadikan sesuatu yg realiti, bkn hnya sekadar slogan semata2. kita tidak mahu knsep wawasan 2020 oleh Tun Mahathir yg belum tercapai, konsep Islam Hadhari oleh Pak Lah yg nmpk lintang pukangnya, tpi kita mahu konsep 1 Malaysia oleh Dato' Seri Najib benar2 trcapai.

p/s: anjang menanti bilakah usrah kita ini akan turun padang untuk bersama masyarakat... hehe...